Informasi lebih lanjut : Hubungi Sdr. Michael Varian Sutanto pada jam kerja.
Selasa, 01 Mei 2012
Kamis, 19 April 2012
Kasih Sayang seorang Ibu
Ketika kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan..
Sebagai balasannya, kamu menangis karena tidak mau..
Ketika kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..
Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu..
Ketika kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..
Sebagai balasannya, kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan..
Ketika kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur..
Ketika kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..
Sebagai balasannya, kamu berteriak “Nggak mau..!"
Ketika kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
Sebagai balasannya, kamu melemparkan bola sehinnga memecahkan jendela tetangga..
Ketika kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..
Sebagai balasannya, kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu..
Ketika kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu..
Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar..
Ketika kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..
Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam..
Ketika kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop..
Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di barisan lain..
Ketika kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa..
Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah dan menonton acara itu diam-diam..
Ketika kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..
Sebagai balasannya, kamu bilang dia tidak tahu mode..
Ketika kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..
Sebagai balasannya, kamu tidak memikirkannya karena kamu asik dengan perkemahanmu..
Ketika kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..
Sebagai balasannya, kamu kunci pintu kamarmu.. Dan ketika bertemu dipagi hari, kamu bilang bahwa kamu sudah tidur..
Ketika kamu berumur 16 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..
Sebagai balasannya, kamu pakai telepon nonstop semalaman dengan teman atau pacarmu..
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya..
Ketika kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
Sebagai balasannya, kamu merayakannya dengan pergi dan berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi..
Ketika kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman..
Ketika kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini..?”
Sebagai balasannya, kamu menjawab ”Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang..”
Ketika kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karir masa depanmu..
Sebagai balasannya, kamu bilang “Aku nggak mau pekerjaan seperti itu..”
Ketika kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..
Sebagai balasanmu, kamu kembali memilih untuk merayakannya bersama teman dan pacarmu..
Ketika kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
Sebagai balasannya, kamu menolak furniture itu karena kamu tidak suka modelnya..
Ketika kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya, kamu mengeluh “Aduh gimana sih, kok Mama bertanya seperti itu..?”
Ketika kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya..
Ketika kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..
Sebagai balasannya, kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda..
Ketika kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..
Sebagai balasannya kamu jawab “Ma, aku sibuk sekali, nggak ada waktu..”
Ketika kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.
----------------------------------------------------------------------
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang..
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan kepadanya..
Hal itu sangat menghantam hatimu & membuatmu menyesal..
Tapi sayang, semua sudah terjadi..
Sebelum semuanya terlambat,rawatlah dan sayangilah orang tuamu..!
Sebagai balasannya, kamu menangis karena tidak mau..
Ketika kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..
Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu..
Ketika kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..
Sebagai balasannya, kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan..
Ketika kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur..
Ketika kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..
Sebagai balasannya, kamu berteriak “Nggak mau..!"
Ketika kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
Sebagai balasannya, kamu melemparkan bola sehinnga memecahkan jendela tetangga..
Ketika kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..
Sebagai balasannya, kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu..
Ketika kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu..
Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar..
Ketika kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..
Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam..
Ketika kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop..
Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di barisan lain..
Ketika kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa..
Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah dan menonton acara itu diam-diam..
Ketika kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..
Sebagai balasannya, kamu bilang dia tidak tahu mode..
Ketika kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..
Sebagai balasannya, kamu tidak memikirkannya karena kamu asik dengan perkemahanmu..
Ketika kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..
Sebagai balasannya, kamu kunci pintu kamarmu.. Dan ketika bertemu dipagi hari, kamu bilang bahwa kamu sudah tidur..
Ketika kamu berumur 16 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..
Sebagai balasannya, kamu pakai telepon nonstop semalaman dengan teman atau pacarmu..
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya..
Ketika kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
Sebagai balasannya, kamu merayakannya dengan pergi dan berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi..
Ketika kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman..
Ketika kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini..?”
Sebagai balasannya, kamu menjawab ”Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang..”
Ketika kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karir masa depanmu..
Sebagai balasannya, kamu bilang “Aku nggak mau pekerjaan seperti itu..”
Ketika kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..
Sebagai balasanmu, kamu kembali memilih untuk merayakannya bersama teman dan pacarmu..
Ketika kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
Sebagai balasannya, kamu menolak furniture itu karena kamu tidak suka modelnya..
Ketika kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya, kamu mengeluh “Aduh gimana sih, kok Mama bertanya seperti itu..?”
Ketika kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya..
Ketika kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..
Sebagai balasannya, kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda..
Ketika kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..
Sebagai balasannya kamu jawab “Ma, aku sibuk sekali, nggak ada waktu..”
Ketika kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.
----------------------------------------------------------------------
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang..
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan kepadanya..
Hal itu sangat menghantam hatimu & membuatmu menyesal..
Tapi sayang, semua sudah terjadi..
Sebelum semuanya terlambat,rawatlah dan sayangilah orang tuamu..!
Rabu, 14 Maret 2012
Penghormatan kepada Orang Tua
Ini adalah sebuah kisah nyata dari Singapura tentang penghormatan kepada orangtua. Kisah ini adalah kisah nyata dari negeri tetangga kita beberapa dekade lalu yang menghebohkan, hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia (lanjut usia) di Singapura.
| PM Lee Kuan Yew Sumber : Wikipedia |
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang sarjana.
Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah. sang anak minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di apartemen ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak dan menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang di benak orangtua tersebut bahwa apartemen-nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika kelak ia mempunyai cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara ayah-anak-menantu yang membuat ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut. Tanpa sedikitpun keraguan ia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartemen yang mereka tempati, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah karena apa, suatu hari mereka bertengkar hebat. Ujungnya, sang anak tega mengusir sang ayah keluar dari apartemen mereka yang ia warisi dari sang ayah.
Karena seluruh hartanya (apartemen, saham, deposito, emas dan uang tunai) sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu sang ayah menjadi pengemis di Orchard Road. Bayangkan, orang kaya, mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
Suatu hari, seorang mantan teman bisnisnya dulu melintas dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah ini malu dan menjawab: "Bukan, mungkin Anda salah orang," katanya.
Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain. Akhirnya mereka bersama-sama mendatangi si ayah.
Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana. Semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak durhaka yang sangat tidak bermoral itu.
Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kuan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian."
Lalu PM Lee memanggil sang notaris dan saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah balik nama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik sang ayah yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama ayahnya, bahkan sejak saati itu anak dan menantu dilarang masuk ke apartemen sang ayah.
Mr. Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan kebijakan/dekrit yaitu "Orangtua dilarang menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal."
Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat kebijakan berupa dekrit lagi, yaitu agar semua perusahaan negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya. Jadi para lansia mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.
Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke toilet di Changi Airport, mal, restoran, petugas cleaning service-nya adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, mereka juga bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.
Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan di restoran dan sebagainya itu bukanlah pekerjaan hina, sehingga anak-anak tersebut dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.
Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring di atas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warga negara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang memberi makan, kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, menggendong mereka kala mereka menangis meski dini hari, dan merawatnya ketika mereka sakit.
Sabtu, 11 Februari 2012
Kegiatan S3CB di Panti Asuhan Dana Mulia
Pada tanggal 13 Desember 2011 kemarin, tim S3CB dipercaya untuk mengadakan kegiatan natal di Panti Asuhan Kristen Dana Mulia di Jl. Pasteur no.12. S3CB mengirimkan 12 orang selaku perwakilan untuk mengikuti acara ini.
Sebelum kami pergi ke Dana Mulia, kami semua berkumpul terlebih dahulu di SMAK 3 untuk melakukan rapat koordinasi pada pukul 14.00. Sekitar pukul 15.30, kami berangkat ke Dana Mulia. Kami sampai di sana sekitar pukul 16.00 dimana di sana kami disambut oleh Ibu Hilda, selaku perwakilan dari Panti Asuhan tersebut. Kami pun segera mensurvei ulang gedung untuk persiapan permainan yang telah ditentukan sebelumnya. Di sela-sela persiapan kami, kami dipertemukkan oleh beberapa anak panti, sebagian besar adalah anak- anak TK dan SD, walaupun ada beberapa yang sudah memasuki jenjang SMP dan kuliah.
Acara dimulai sekitar pukul 17.00, acara pertama adalah pembagian kelompok dan Ice Breaking yang dipimpin oleh Bella dan Lidya. Setelah itu, Pa Teguh membawakan kotbah untuk anak- anak panti. Akhirnya Game Indoor-pun dimulai, game ini terdiri dari 5 pos yang harus dilalui oleh semua kelompok. Ada game the Bridge, ranjau darat, korek bakar, dll. Game berlangsung dengan baik dan lancar.
Akhirnya game pun selesai, setelah itu MC langsung mengumumkan para pemenang lomba, dari ice breaking hingga game indoor. Para pemenang mendapat hadiah dari panitia. Acara pun dilanjutkan dengan makan bersama dengan para anak panti, kami semua tampak meinkmati acara makan bersama ini. Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh anak panti.
Kami pulang dengan pengalaman dan pelajaran; Anak- anak di panti asuhan adalah para anak yang tidak memiliki orang tua yang seharusnya memberikan mereka kasih sayang, namun, mereka tetap bahagia, dan terlihat tidak kekurangan kasih sayang. Ini harus dijadikan pelajaran bagi kita yang masih memiliki orang tua yang lengkap untuk selalu bersyukur atas orang tua dan keluarga kita.
Story by : Hans Gustav
Photo by : Adelia
Minggu, 05 Februari 2012
8 X 3 = 23
Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: ”3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24? Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: ”Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi”. Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: ”Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan”.
Yan Hui: ”Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?” Pembeli kain: ”Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?” Yan Hui: ”Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu”. Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: ”3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.” Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.
Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat: ”Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.” Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba teringat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba di rumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur di samping istrinya adalah adik istrinya. Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: ”Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”
Confusius berkata: ”Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh”.
Yan Hui berkata: ”Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatla kagum.” Confusius bilang: ”Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.
Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?” Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : ”Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu.” Sejak itu, kemana pun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.
Rabu, 01 Februari 2012
Kalender Kegiatan S3CB Febuari 2012
Berikut ini adalah rencana kegiatan SMAK 3 Character Building + event - event yang akan berlangsung selama Febuari 2012 :
04 Febuari 2012 : Rappelling Lt. 3 (Kelas X ada Camp Motivasi)
11 Febuari 2012 : Jembatan Dadung
18 Febuari 2012 : How to be Entertainer 2
25 Febuari 2012 : Evaluasi kegiatan KPIA + Januari - Febuari 2012
Rencana kegiatan S3CB :
04 Febuari 2012 : Rappelling Lt. 3 (Kelas X ada Camp Motivasi)
11 Febuari 2012 : Jembatan Dadung
18 Febuari 2012 : How to be Entertainer 2
25 Febuari 2012 : Evaluasi kegiatan KPIA + Januari - Febuari 2012
Demikianlah rencana kegiatan ini dibuat untuk menjadi perhatian kita bersama.
Terimakasih dan Tuhan memberkati.
NB : Kalender kegiatan ini dapat berubah sewaktu-waktu. Harap perhatikan terus informasi yang ada. Terimakasih.
Rabu, 18 Januari 2012
Pengumuman seputar kegiatan tanggal 21 Januari 2012
PENGUMUMAN
Sehubungan dengan Libur Nasional Tahun Baru Imlek 2563 yang jatuh pada
tanggal 23 Januari 2012, maka kegiatan diklat outbound SMAK 3 Character Building
pada hari Sabtu, 21 Januari 2012
DITIADAKAN
Kegiatan diklat akan
kembali dilaksanakan pada :
Hari, Tanggal: Sabtu, 28 Januari
2012
Tempat:
Ruang Multimedia - SMAK 3 BPK PENABUR BANDUNG
Demikianlah pengumuman ini dibuat untuk menjadi perhatian kita bersama.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terimakasih dan sampai berjumpa
di 28 Januari mendatang.
Langganan:
Postingan (Atom)
