Selasa, 15 Mei 2012

Hasil seleksi I Mentor & Panitia MPLS SMAK 3 BPK PENABUR BANDUNG 2012.

Berikut ini adalah daftar nama pendaftar yang lolos seleksi I Mentor & Panitia MPLS SMAK 3 2012.

  1. Aldrich Christopher Kassa (XIA)
  2. Anastasia (XA)
  3. Andrea Ursula (XA)
  4. Aretti (XC)
  5. Bernadette Febriani Sutanto (XIC)
  6. Christine Kurniawan (XIA)
  7. Cynthia Wijaya (XIC)
  8. Felix (XIA)
  9. Feroline (XIB)
  10. Fransiska Aprilia (XIC)
  11. Hans Gustav (XA)
  12. Hendrik Pratama (XIA)
  13. Irena (XIC)
  14. Ivena Larissa (XA)
  15. Jessica Devina (XIB)
  16. Lidya Claudia (XIA)
  17. Monica Elizabeth (XIA)
  18. Reynaldi (XA)
  19. Rowi James (XIA)
  20. Stefani (XIC)

Nama - nama  yang lolos seleksi ini diwajibkan tanpa terkecuali untuk mengikuti seleksi II (Interview) pada Rabu, 6 Juni 2012. Persiapkan diri anda untuk mengikuti Uji Kreatifitas di R. Seni Rupa.

Bagi calon pendaftar yang belum lolos seleksi, kami sampaikan terimakasih atas partisipasinya dan kami berharap dapat bertemu di event lain untuk menyumbangkan segenap potensi anda bagi sekolah tecinta, SMAK 3 BPK PENABUR.

Senin, 07 Mei 2012

Wortel, Telur dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. 

Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.Ia membiarkan masing-masing mendidih. 

Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. 

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak. 
 
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. 
 
Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuk berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. 

"Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? 
Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"

Selasa, 01 Mei 2012

Job Desk / Pengertian tugas dari Divisi - Divisi MPLS


DIVISI ACARA

  •  Bertanggung jawab atas perencanaan dan kelancaran jalannya acara

DIVISI EXPLORE

  • Bertanggung jawab atas persiapan (Survey) explore
  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan explore
  • Bertanggung jawab atas penyediaan perlengkapan explore

Prosedur Penerimaan Panitia MPLS 2012 - 2013


JADWAL KEGIATAN 
  • Pengambilan Formulir Lamaran ( 01 - 04 Mei 2012 )
  • Pengembalian Formulir
    ( 04 Mei 2012 ; Paling lambat pukul 15.00 WIB di Tata Usaha)
  • Penggumuman Hasil Seleksi Tahap 1 ( 15 Mei 2012 )
  • Seleksi Tahap 2 ( 07 Juni 2012 )
  • Penggumuman Hasil Seleksi Tahap 2 ( 11 Juni 2012 )
  • Leaders Camp / Seleksi akhir
    ( Senin - Selasa, 18 - 19 Juni 2012 )

KRITERIA PENILAIAN PEMILIHAN PANITIA

1. Catatan Tertulis (Absensi, Catatan di Piket, Nilai)
2. Kemampuan (Skill)
3. Kreatifitas dan Keluwesan
4. Pengalaman Ber-organisasi
5. Motivasi 
6. Kerjasama Tim

Pendaftaran Mentor MPLS SMAK 3 BPK PENABUR 2012


Informasi lebih lanjut : Hubungi Sdr. Michael Varian Sutanto pada jam kerja.

Kamis, 19 April 2012

Kasih Sayang seorang Ibu

Ketika kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan..
Sebagai balasannya, kamu menangis karena tidak mau..

Ketika kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang..
Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makananmu..

Ketika kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna..
Sebagai balasannya, kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan..

Ketika kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..
Sebagai balasannya, kamu memakainya bermain di kubangan lumpur..

Ketika kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah..
Sebagai balasannya, kamu berteriak “Nggak mau..!"

Ketika kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola..
Sebagai balasannya, kamu melemparkan bola sehinnga memecahkan jendela tetangga..

Ketika kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim..
Sebagai balasannya, kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu..

Ketika kamu berumur 9 tahun , dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu..
Sebagai balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar..

Ketika kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun..
Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam..

Ketika kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop..
Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di barisan lain..

Ketika kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa..
Sebagai balasannya, kamu tunggu sampai dia keluar rumah dan menonton acara itu diam-diam..

Ketika kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya..
Sebagai balasannya, kamu bilang dia tidak tahu mode..

Ketika kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan..
Sebagai balasannya, kamu tidak memikirkannya karena kamu asik dengan perkemahanmu..

Ketika kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu..
Sebagai balasannya,  kamu kunci pintu kamarmu.. Dan ketika bertemu dipagi hari, kamu bilang bahwa kamu sudah tidur..

Ketika kamu berumur 16 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting..
Sebagai balasannya, kamu pakai telepon nonstop semalaman dengan teman atau pacarmu..

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil..
Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya..

Ketika kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA..
Sebagai balasannya, kamu merayakannya dengan pergi dan berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi..

Ketika kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama..
Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama teman-teman..

Ketika kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini..?”
Sebagai balasannya, kamu menjawab ”Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang..”

 Ketika kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karir masa depanmu..
Sebagai balasannya, kamu bilang “Aku nggak mau pekerjaan seperti itu..”

Ketika  kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi..
Sebagai balasanmu, kamu kembali memilih untuk merayakannya bersama teman dan pacarmu..

Ketika kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu..
Sebagai balasannya, kamu menolak furniture itu karena kamu tidak suka modelnya..

Ketika kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan..
Sebagai balasannya, kamu mengeluh “Aduh gimana sih, kok Mama bertanya seperti itu..?” 

Ketika kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu..
Sebagai balasannya,  kamu pindah ke kota lain yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya..

Ketika kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu..
Sebagai balasannya, kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda..

Ketika kamu berumur 40 tahun , dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu..
Sebagai balasannya kamu jawab “Ma, aku sibuk sekali, nggak ada waktu..”

Ketika kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu..
Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

----------------------------------------------------------------------


Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang..
Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan kepadanya..
Hal itu sangat menghantam hatimu & membuatmu menyesal..
Tapi sayang, semua sudah terjadi..
Sebelum semuanya terlambat,rawatlah dan sayangilah orang tuamu..!

Rabu, 14 Maret 2012

Penghormatan kepada Orang Tua

Ini adalah sebuah kisah nyata dari Singapura tentang penghormatan kepada orangtua. Kisah ini adalah kisah nyata dari negeri tetangga kita beberapa dekade lalu yang menghebohkan, hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia (lanjut usia) di Singapura.

PM Lee Kuan Yew
Sumber : Wikipedia
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang sarjana.

Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah. sang anak minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di apartemen ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak dan menantunya tinggal bersama-sama dengannya. Terbayang di benak orangtua tersebut bahwa apartemen-nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika kelak ia mempunyai cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara ayah-anak-menantu yang membuat ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut. Tanpa sedikitpun keraguan ia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartemen yang mereka tempati, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui notaris terkenal di sana.

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah karena apa, suatu hari mereka bertengkar hebat. Ujungnya, sang anak tega mengusir sang ayah keluar dari apartemen mereka yang ia warisi dari sang ayah.

Karena seluruh hartanya (apartemen, saham, deposito, emas dan uang tunai) sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu sang ayah menjadi pengemis di Orchard Road. Bayangkan, orang kaya, mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, seorang mantan teman bisnisnya dulu melintas dan memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah ini malu dan menjawab: "Bukan, mungkin Anda salah orang," katanya.

Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang lain. Akhirnya mereka bersama-sama mendatangi si ayah.

Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana. Semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak durhaka yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kuan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti kalian."

Lalu PM Lee memanggil sang notaris dan saat itu juga surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah balik nama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik sang ayah yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama ayahnya, bahkan sejak saati itu anak dan menantu dilarang masuk ke apartemen sang ayah.

Mr. Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan kebijakan/dekrit yaitu "Orangtua dilarang menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal."

Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat kebijakan berupa dekrit lagi, yaitu agar semua perusahaan negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya. Jadi para lansia mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke toilet di Changi Airport, mal, restoran, petugas cleaning service-nya adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, mereka juga bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan di restoran dan sebagainya itu bukanlah pekerjaan hina, sehingga anak-anak tersebut dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya. Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring di atas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warga negara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang memberi makan, kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, menggendong mereka kala mereka menangis meski dini hari, dan merawatnya ketika mereka sakit.